Friday, March 17, 2017

Mail Server Postfix + Mail Client (Squirrelmail & Thunderbird) Debian 8 Jessie

  No comments
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kita akan melakukan percobaan praktek Konfigurasi Mail Server dengan Postfix sebagai Mail Transport Agent dan Mail Delivery Agent serta Mail Cient dengan menggunakan Squirrelmail dan Mozilla Thunderbird.

a. Pengertian
Email merupakan kependekan dari Electronic-Mail yang apabila diterjemahkan adalah Surat Elektronik (Surel). Seperti Surat konvensional lainnya yang menggunakan kertas, Email juga membutuhkan sebuah Mail Server dimana Server ini bertugas sebagai pengantar Emailnya.

Dalam hal Mail Server sendiri, didalamnya ada Mail Transport Agent (MTA) dan Mail Delivery Agent (MDA). Teman-teman juga pasti sering mendengar POP (Post Office Protocol) dan IMAP (Internet Message Access Protocol), nah apabila MTA dan MDA adalah sistem yang mengurus bagaimana Email akan sampai antar user, maka POP dan IMAP adalah metode bagaimana Email akan diakses oleh User.

b. Latar Belakang
Dengan semakin wajibnya sekarang untuk memiliki paling tidak satu alamat Email perorang, maka dibutuhkan juga suatu sistem pengantar Surat yang baik, handal, dan dapat dimanajemen penuh. Terutama untuk Email yang memang hanya dikhususkan untuk digunakan di Area Lokal seperti Sekolah dan Perusahaan.

c. Maksud dan Tujuan
Untuk mempelajari bagaimana Email akan diolah dan disampaikan antara satu pengguna dengan pengguna lain.

d. Jangka Waktu
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan Percobaan ini kurang lebih 1-2 Jam.

e. Hal yang dipersiapkan
- OS Debian
- Repository Debian (bisa menggunakan 3 DVD Debian)
- Koneksi Internet (apabila menggunkan Repository luar)

f. Langkah Kerja
1. Saya anggap Repository List teman-teman sudah disetting dan dapat digunakan, entah itu Repo Luar atau Repo Lokal.
2. Update cache Aptitude dengan
~# apt update
3. Install komponen Postfix untuk MTA dan MDA nya dan Courier untuk POP/IMAP.
~# apt install postfix courier-imap courier-pop
Ketika instalasi kita akan diminta untuk memilih Tipe Konfigurasi dari Postfixnya. Pilih Internet Site
Kita juga akan diminta untuk memasukkan Nama Domain yang akan digunakan untuk Email kita nantinya. Contoh apabila ingin membuat email user@contoh.com maka yang kita masukkan adalah contoh.com

4. Setelah Instalasi awal Postfix selesai, selanjutnya kita konfigurasikan Home Directory yang akan digunakan oleh masing-masing pengguna Email nantinya.
~# maildirmake /etc/skel/Maildir
*Linux sangat Case-Sensitive, yang berarti Besar Kecil akan berpengaruh. Maildir dengan maildir adalah Folder yang berbeda.

5. Setelah direktori Home dibuat, selanjutnya kita buka konfigurasi Postfix dan memberitahu Postfix untuk menggunakan direktori Home baru yang sudah kita buat.
~# nano /etc/postfix/main.cnf
Tambahkan baris berikut dipaling bawah dari file konfigurasinya lalu Save:
home_mailbox = Maildir/

6. Setelah itu kita setting ulang Postfixnya
~# dpkg-reconfigure postfix
Setting seperti sebelumnya, namun pada kali ini akan ada beberapa tambahan yang sebelumnya tidak ditanyakan.
Root and postmaster mail recipient:
<Dapat teman-teman masukkan Email Lokal>
Other destinations to accept mail for (blank for none):
<Biarkan default>
Force Synchronous Update on Mail Queue?
<Bisa Yes atau No, tapi apabila teman-teman yakin Servernya Stabil ketika dipakai. Maka bisa pilih No>
Local networks:
<Isikan 0.0.0.0/0 agar Mail Server me-relay atau meneruskan semua Mail yang masuk dari semua IP dan Subnet>
Use procmail for local delivery?
<Pilih No>
Mailbox Size Limit:
<Biarkan default (0)>
Local Address Extension Character:
<Biarkan default (+)>
Internet protocols to use:
<Karena kita hanya memakai IPv4 maka kita hanya akan pilih IPv4>


7. Kemudian kita Restart semua Service Mail Servernya
~# service postfix restart
~# service courier-imap restart
~# service courier-pop restart
8. Install Web Mail Client Squirrelmail dengan perintah
~# apt install squirrelmail
Secara default, Squirrelmail tidak langsung masuk sebagai VirtualHost di Web Server (dalam kasus saya Apache2 Debian). Sehingga kita harus memasukkannya secara manual, ada 3 opsi yang saya rekomendasikan.

- Memasukkan file konfigurasi VirtualHost yang sudah dibuat oleh SquirrelMail ke /etc/apache2/apache2.conf
- Membuat Symbolic Link ke /var/www/html
- Membuat VirtualHost sendiri dan mengarahkan Webroot nya ke /usr/share/squirrelmail

Namun saya hanya akan menunjukkan Cara 1 dan 2 karena Cara yang ketiga praktis tinggal mengkopi yang sudah dibuat SquirrelMail ke /etc/apache2/sites-available lalu mengenablenya dengan a2ensite

Cara pertama:
Edit file /etc/apache2/apache2.conf
~# nano /etc/apache2/apache2.conf
Lalu tambahkan baris konfigurasi berikut di paling bawah konfigurasinya.
IncludeOptional /etc/squirrelmail/apache.conf
Kemudian Restart Apache

Cara Kedua:~# adduser namaku
Buat Symbolic Link dari /usr/share/squirrelmail ke Webroot Default VirtualHost Apache2 atau yang sudah kalian buat sendiri
~# ln -s /usr/share/squirrelmail /var/www/html/squirrelmail
9. Setelah itu teman-teman dapat membuat akun untuk user baru yang akan dapat digunakan untuk Login Email nantinya dengan:
~# adduser namaku
Kemudian masukkan data-data yang diminta.

10. Apabila sudah, teman-teman dapat masuk ke Akun Email masing-masing melalui Webmail di
http://IP_atau_Domain_Server/squirrelmail
Atau menggunakan Mozilla Thunderbird, apabila teman-teman ingin menginstallnya dapat dengan mudah diinstal dari Software Manager atau dengan perintah
~# apt install thunderbird
Setelah terinstall, teman-teman dapat langsung menggunakannya dengan:
- Klik Email
- Klik Skip this and use my existing email

- Kemudian isikan form-form yang ada lalu Klik Continue

- Thunderbird akan mencoba melakukan Konfigurasi Otomatis berdasarkan Mail Server yang digunakan, lalu akan menampilkan konfigurasi yang didapat sebelum akhirnya dipakai. Apabila dirasa konfigurasinya salah, teman-teman dapat mengklik Manual Configuration, namun apabila benar teman-teman klik saja Done.
- Setelah itu apabila Mail Server kita tidak menggunakan Enkripsi alias tidak menggunakan SSL (dengan sertifikat resmi dan bukan self-signed), maka Thunderbird akan menampilkan peringatan bahwa Mail Server kita tidak menggunakan enkripsi alias tidak aman.
Ini memang tidak aman apabila kita tidak menggunakan SSL untuk Level Produksi, namun apabila sekedar percobaan, kita dapat mengabaikan pesan ini.
- Klik saja I understand the risks. Lalu Klik Done.
- Apabila konfigurasi di sisi server tidak ada yang salah maka seharusnya teman-teman sudah dapat terkoneksi melalui Thunderbird :)

g. Referensi
- Wikipedia - Post Office Protocol
- Wikipedia - Internet Message Access Protocol
- E-Book Konfigurasi Debian Server ver BLC Telkom oleh Mas Aji Kamaludin

h. Kesimpulan
Dengan menggunakan Mail Server yang kita buat, kita dapat memiliki kendali penuh atas Mail Server tersebut. Sehingga apabila suatu saat terjadi apapun kita dapat segera menelusuri dan mencari solusinya. Namun kekurangannya apabila kita menggunakan Mail Server sendiri adalah SysAdminnya haruslah mau repot untuk mensetting, mengoptimalkan, memfilter spam, dan selalu menutup celah-celah agar tidak dapat diretas dengan mudah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya :)
Dan seperti biasa, Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

No comments :

Post a Comment