Tuesday, February 21, 2017

Integrasi Fitur PPPoE Server + Hotspot MikroTik Dengan FreeRADIUS & MariaDB

  1 comment
10:05 PM

FreeRADIUS Logo. | FreeRADIUS Website
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada artikel ini saya akan menuliskan tentang bagaimana mengintegrasikan Fitur Hotspot dan PPPoE Server di MikroTik dengan RADIUS Server Eksternal yaitu FreeRADIUS dilengkapi dengan MariaDB sebagai Database Backendnya di Ubuntu Server 16.04.2.

a. Pengertian
RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service), merupakan sebuah protokol keamanan yang digunakan sebagai AAA (Autentikasi, Autorisasi, Akuntansi) secara terpusat kepada pengguna sebelum akhirnya pengguna tersebut dapat mengakses jaringan.

b. Latar Belakang
Dengan semakin berkembang dan bertambah banyaknya layanan-layanan yang berbanding lurus dengan bertambahnya Pengguna, maka dibutuhkan sebuah Manajemen yang lebih baik dan terpusat. Oleh karena itu digunakanlah RADIUS.

c. Maksud dan Tujuan
Penggunaan RADIUS memudahkan pengelolaan data pengguna karena dilakukan secara terpusat, serta dengan digunakannya RADIUS Server secara eksternal maka meminimalisir kehilangan data akibat kerusakan.

d. Waktu Pengerjaan
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi ini kurang lebih 30-45 Menit.

e. Alat dan Bahan
- PC + Kabel UTP RJ45.
- VirtualBox.
- Koneksi Internet
- 1x VM Ubuntu Server 16.04.2 (Untuk FreeRADIUS + MariaDB).
- 1x VM MikroTik Cloud Hosted Router (Untuk uji coba PPPoE Dial).
- 1x Perangkat MikroTik (Digunakan untuk Bridging Network), alternatif gunakan Host-Only Network.

f. Langkah Kerja
Saya asumsikan semua alat dan bahan telah disiapkan.

1. Initial Config Ubuntu Server 16.04.2
Sebelum beranjak ke langkah selanjutnya, saya hanya menghimbau untuk selalu melakukan Initial Config ini agar langkah-langkah selanjutnya tidak ada masalah. Teman-teman dapat melakukan Initial Config seperti yang saya lakukan di Debian Jessie di artikel sebelumnya.

2. Instalasi FreeRADIUS + MariaDB Server
Untuk melakukan instalasi FreeRADIUS dan MariaDB Server, lakukan perintah berikut ini:
~# apt install freeradius freeradius-common freeradius-mysql mariadb-server
Setelah instalasi MariaDB Server selesai, silahkan teman-teman melakukan Konfigurasi MariaDB Server dengan cara:
~# mysql_secure_installation
Yang perlu teman-teman lakukan adalah menambahkan Password baru untuk akun Root dari MariaDB apabila sebelumnya tidak diminta Password, atau mengganti Password dengan password baru. Selain Password, teman-teman dapat menyetujui pertanyaannya dengan menekan Enter.

3. Konfigurasi FreeRADIUS
Pertama kita akan edit file /etc/freeradius/sql.conf untuk menyesuaikan login detail dari database kita. Ubah baris berikut:
login = "smkradius"
password = "passwordku"
Kemudian hilangkan tanda pagar (uncomment) pada baris:
# readclients = yes
Selanjutnya kita akan edit file /etc/freeradius/radiusd.conf. Pada file ini kita akan meng-uncomment sebuah baris yang menyangkut mengenai SQL.
Carilah baris # $INCLUDE sql.conf kemudian hilangkan tanda pagarnya (uncomment).
# Include another file that has the SQL-related configuration.
# This is another file only because it tends to be big.
#
# $INCLUDE sql.conf
Lalu kita edit juga file /etc/freeradius/sites-enabled/default. Disini hal yang kita juga hanya akan meng-uncomment baris yang terkait dengan SQL. Disini ada 4 hal yang akan kita uncomment:
# Look in an SQL database. The schema of the database
# is meant to mirror the "users" file.
#
# See "Authorization Queries" in sql.conf
# sql
# Log traffic to an SQL database.
#
# See "Accounting queries" in sql.conf
# sql
# See "Simultaneous Use Checking Queries" in sql.conf
# sql
Post-Auth-Type REJECT {
# log failed authentications in SQL, too.
# sql....
Dan yang terakhir kita tambahkan Client kita yaitu Perangkat MikroTik kita yang sebagai Hotspot dan PPPoE Server. Konfigurasi Client ada di file /etc/freeradius/clients.conf.
Tambahkan baris berikut di paling bawah konfigurasi, kemudian sesuaikan dengan konfigurasi teman-teman.
client <IP MikroTik> {
secret = smkpedan
shortname = MikroTik
}
4. Import Database Dasar FreeRADIUS ke MariaDB
Silahkan teman-teman login ke MariaDB Server melalui CLI kemudian buat database baru bernama radius dengan cara:
;; Masuk ke MariaDB Server
~# mysql -u root -p
;; Buat Database radius
MariaDB [(none)]> create database radius;
;; Buat akun baru (smkradius) khusus untuk radius

MariaDB [(none)]> grant all on radius.* to 'smkradius'@'localhost' identified by 'passwordsini';
Setelah itu kita import Database Dasar yang disediakan oleh FreeRADIUS ke MariaDB dengan cara:
~# mysql -u smkradius -ppasswordku radius < /etc/freeradius/sql/mysql/schema.sql
~# mysql -u smkradius -ppasswordku radius < /etc/freeradius/sql/mysql/nas.sql
5. Buat User baru di Database
Setelah database dasar sudah kita import, selanjutnya kita buat akun untuk client yang ingin terhubung ke Hotspot dan PPPoE kita. Untuk menambahkan data sendiri teman-teman bisa menggunakan Mode CLI ataupun menggunakan salah-satu GUI Database Management seperti HiediSQL di Windows ataupun DBeaver di Linux. Nah kebetulan disini saya akan membuatnya melalui CLI.
~# mysql -u smkpedan -ppasswordku
MariaDB [(none)]> use radius;
MariaDB [radius]> INSERT INTO radcheck ( id , UserName , Attribute , op , Value ) VALUES ( NULL , 'fajar', 'user-password', '==', 'passwordku');
6. Testing FreeRADIUS
Sebelum memulai testing, silahkan teman-teman Restart Service dari FreeRADIUS dengan:
~# service freeradius restart
Apabila terdapat error ketika merestartnya, teman-teman bisa menstop service FreeRADIUS kemudian teman-teman jalankan FreeRADIUS dalam mode Debug dengan cara:
~# service freeradius stop
~# freeradius -X
Untuk mengetest autentikasi FreeRADIUS dapat kita lakukan dengan:
-- radtest -- username db -- pass akun -- localhost -- port -- password default untuk testing
~# radtest fajar passwordku localhost 1812 testing123
Apabila teman-teman mendapatkan balasan Access-Accept berarti FreeRADIUS tidak ada masalah dan siap untuk diintegrasikan dengan MikroTik. Namun apabila terdapat Access-Reject yang berarti akses ditolak, ada kemungkinan bahwa teman-teman memiliki masalah pada Database Backend nya.

7. Integrasi Hotspot & PPPoE Server
Silahkan teman-teman buat PPPoE Server dan Hotspot serta aktifkan opsi RADIUS Server pada kedua Fitur seperti di artikel saya sebelumnya. Kemudian silahkan teman-teman buka menu Radius yang ada di Menu utama Winbox. 
- Klik [+] untuk menambahkan RADIUS Server baru.
- Berikan checklist pada PPP dan Hotspot
- Masukkan IP Server FreeRADIUS ke Address
- Masukkan Secret yang sudah kita konfigurasi sebelumnya
- Kemudian klik OK.

8. Final Test
Jika koneksi MikroTik dengan FreeRADIUS lancar, seharusnya teman-teman sudah dapat menggunakan fitur-fitur tersebut!
g. Referensi

h. Kesimpulan
Dengan diterapkannya sistem pengelolaan akun terpusat seperti diatas, maka manajemen akun pun akan lebih mudah dan lebih aman dalam hal kehilangan data akibat kerusakan. Karena database akun terpisah dengan Router utama. Dan hal diatas pun dapat kita implementasikan secara nyata untuk berbagai keperluan seperti Automatic Billing untuk Hotspot Wifi, Manajemen Bandwidth dan Tagihan Bulanan untuk RT-RW Net, dan masih banyak lagi.

Sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya!
Dan seperti biasa, Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Monday, February 20, 2017

Instalasi Manual Kernel Linux Yang Sudah Siap di OS Debian/Ubuntu

  No comments
3:27 PM

Linux Illustration | Source Image: NixPal
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Di artikel ini saya akan menuliskan bagaimana melakukan pemasangan atau instalasi Kernel Linux baru yang sudah siap install atau sudah dicompile.

a. Pengertian
Kernel merupakan sebuah bagian yang paling dasar pada sebuah Sistem Operasi yang mengatur permintaan Input/Output (IO) dari sebuah software yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa atau instruksi-instruksi dalam CPU atau perangkat lain didalam komputer.

b. Latar Belakang
Dikarenakan kecenderungan kita memakai Tool pembantu untuk melakukan manajemen penggunaan Kernel. Oleh karena itu saya ingin mencoba untuk melakukan Instalasi Kernel yang ingin saya pakai secara manual melalui Terminal.

c. Maksud dan Tujuan
Agar dapat memahami dan mengerti bagaimana melakukan Instalasi Kernel secara manual dan tidak bergantung pada Tool Manajemen Kernel.

d. Alat dan Bahan
- PC dengan OS GNU/Linux (Turunan Debian)
- Compiled Kernel

e. Waktu Pengerjaan
Waktu yang diperlukan untuk melakukan instalasi kernel ini kurang lebih 5-10 Menit.

f. Langkah Pengerjaan
1. Siapkan kernel yang sudah dicompile
Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan kernel yang sudah kita compile atau Kernel yang pre-compiled yang sudah teman-teman download ke satu folder.
2. Mulai Instalasi Kernel
Selanjutnya kita lakukan instalasi kernel tersebut, langkahnya cukup mudah yakni dengan mengetikkan perintah:
~# dpkg -i linux-headers-*.deb linux-image-*.deb
Apabila berbeda, teman-teman bisa menyesuaikan nama kernelnya sesuai dengan kernel milik teman-teman.

3. Reboot!
Setelah instalasi kernel selesai, teman-teman dapat langsung menggunakannya dengan melakukan Reboot PC teman-teman dan memilih kernel yang sudah teman-teman install.

Umumnya Linux hanya menggunakan 2 Kernel, 1 untuk Kernel utama, dan 1 untuk Kernel cadangan. Selain kedua kernel diatas biasanya akan terdapat pilihan untuk menghapus sisanya yang tidak terpakai dengan perintah apt autoremove / apt-get autoremove.

g. Referensi
--

h. Kesimpulan
Dengan kita menginstall Kernel sendiri, kita dapat menggunakan Kernel yang sesuai dengan kebutuhan kita. Selain Kernel yang sudah pre-compiled dari bawaan Distro, kitapun dapat menggunakan Kernel yang sudah kita Compile sendiri.

Cukup sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya!
Dan seperti biasa Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Friday, February 17, 2017

Membuat SSH Key Pair untuk Login Aman SSH 'Tanpa' Password

  2 comments
3:56 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Di artikel ini saya ingin menuliskan tentang bagaimana membuat Key Pair (Public Key dan Private Key) untuk syarat login melalui SSH selain dengan Password.

a. Pengertian
SSH atau Secure Shell, merupakan sebuah protokol komunikasi yang digunakan untuk meremote sebuah Host yang terkoneksi kedalam sebuah jaringan dalam antarmuka teks.

b. Latar Belakang
Untuk mencoba cara lain atau alternatif cara untuk login ke SSH Server selain dengan Username Password secara konvensional.

c. Maksud dan Tujuan
Penggunaan SSH Key Pair dimaksudkan agar selain kita benar-benar 'dipercaya' oleh SSH Server, kita juga dapat memanfaatkannya untuk login dengan passwordless atau tanpa password. Selain itu dengan SSH Key Pair kita dapat membuat membuat SSH Server kita semakin aman dengan hanya manerima Request Login menggunakan Key Pair.

d. Waktu Pengerjaan
Waktu yang digunakan untuk membuat SSH Key Pair ini kurang lebih 10 - 15 Menit.

e. Alat dan Bahan
- OS GNU/Linux.
- OpenSSH Server terinstall pada Server atau Host yang ingin diremote.
- OpenSSH Client terinstall pada Client.
- Akses SSH ke Server atau Host yang ingin diremote

f. Langkah Pengerjaan
1. Buat Key Pair di sisi Client
Pada dasarnya cara kerja Key Pair ini sama seperti kita memasang SSL. Bedanya bila memasang SSL, kita perlu memasukkan Public Certificate (atau Public Key di SSH) dan Private Key dari Certificate tersebut.

Private Key disini berfungsi untuk melakukan dekripsi dari data yang dikirimkan oleh SSH Server. Sama seperti SSL di Webserver, Private Key diperlukan untuk melakukan dekripsi data yang dikirimkan oleh Client ke Server itu sendiri.

Untuk membuat Key Pair dapat dilakukan melalui terminal dengan syarat OpenSSH sudah terinstall.
~$ ssh-keygen -t rsa
Teman-teman akan diminta untuk memasukkan sebuah Passphrase. Passphrase disini berfungsi seperti kode rahasia untuk Private Key milik teman-teman. Singkatnya, untuk menggunakan Private Key diperlukan Passphrase ini untuk membuka gembok dari Private Key. Teman-teman bisa mengosongkan, namun untuk keamanan yang lebih baik alangkah baiknya diisi dengan password yang cukup sulit namun mudah diingat.
2. Kirim Public Key ke SSH Server
Setelah Key Pair yang terdiri dari Private dan Public Key sudah dibuat, saatnya kita mengirimkan Public Key tersebut ke SSH Server. Hanya kirimkan Public Key! 
~$ cat ~/.ssh/id_rsa.pub | ssh fajar@192.168.56.1 "mkdir -p ~/.ssh && cat >>  ~/.ssh/authorized_keys"
3. Login dengan Key Pair
Selanjutnya kita dapat melakukan Login ke SSH Server dengan Key Pair yang kita buat dan tanpa Password dari User tersebut!

Perintah yang digunakan untuk login sedikit berbeda, yaitu terdapat tambahan parameter "-i".
~$ ssh username@IPServer -i <lokasi private key>
g. Referensi

h. Kesimpulan
Dengan digunakannya SSH Key Pair ini, selain aman, kita juga dapat login secara passwordless. Meski tidak terlalu berefek, namun pantas untuk dicoba.

Cukup sekian yang dapat saya tuliskan, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua!
Dan seperti biasa Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Thursday, February 16, 2017

Konfigurasi MikroTik untuk Self-Monitoring dengan Fitur Watchdog

  No comments
11:41 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Di artikel ini saya akan menulis mengenai Fitur dari MikroTik yang mungkin jarang teman-teman buka atau belum pernah dibuka sama sekali, yaitu fitur Watchdog. Fitur ini sendiri terdapat di Menu IP -> Watchdog.

a. Pengertian
Fitur Watchdog di MikroTik merupakan fitur yang dapat kita gunakan untuk membuat MikroTik dapat memonitor dirinya sendiri. Tujuan Watchdog sendiri dimaksudkan untuk dapat melakukan Reboot Router secara otomatis apabila terdapat malfunction, error, atau masalah ketika sebuah Host tidak dapat di ping.

Berbeda dengan Netwatch, Watchdog tidak dapat digunakan untuk memonitor Host lain ataupun mengirimkan notifikasi dalam bentuk yang bermacam-macam. Karena Watchdog hanya dapat melakukan reboot dan mengirim notifikasi dalam bentuk Email dan Support Out File (supout.rif)

b. Latar Belakang
Masalah pada Software memang tidak dapat dihindari dan kapan saja dapat terjadi, oleh karena itu kita sangat membutuhkan Tool untuk membantu melakukan pertolongan pertama apabila terjadi masalah pada software yang berakibat pada Hardware, salah satunya adalah Watchdog ini.

c. Maksud dan Tujuan
Penggunaan Watchdog ini dimaksudkan agar menjadi pertolongan pertama ketika kita mengalami error pada software seperti bug yang menyebabkan kita terkena masalah contohnya tidak dapat terkoneksi ke internet, melakukan koneksi antar host, dan sebagainya dengan cara melakukan Reboot Router secara otomatis.

d. Waktu Pengerjaan
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi ini kurang lebih 5 menit.

e. Alat dan Bahan
- PC & Kabel UTP RJ45
- Perangkat MikroTik
- Sebuah Host Lokal atau Sebuah DNS untuk dijadikan Target Ping

f. Langkah Kerja
1. Silahkan teman-teman masuk ke perangkat MikroTik melalui Winbox. Saya asumsikan Perangkat MikroTik teman-teman sudah terdapat konfigurasi dasar dan bisa melakukan koneksi ke Internet.

2. Buka Fitur Watchdog melalui Menu IP -> Watchdog.
Kita akan melihat beberapa konfigurasi disana, untuk menghidupkan Watchdog silahkan berikan checklist pada Watchdog Timer. Penjelasan singkat mengenai opsi-opsi yang ada:
- Watch Address : Disini kita bisa memasukkan IP Host yang akan digunakan sebagai Indikator apakah ada problem konektivitas atau tidak.
- Ping Start After Boot : Ini merupakan batas waktu bagi Router sebelum akhirnya melakukan Ping ke Watch Address dan mulai mengirimkan packet-packet lagi setelah Router tersebut terindikasi crash dan Watchdog melakukan Reboot Otomatis.
- Automatic Supout : Checklist ini apabila teman-teman juga ingin Watchdog untuk men-generate secara otomatis file Supout.rif
- Auto Send Supout : Checklist ini apabila teman-teman ingin Supout.rif yang otomatis dibuat juga otomatis dikirimkan melalui Email.
3. Apabila sudah, silahkan klik Apply dan OK.
4. Dan seharusnya Watchdog sudah berjalan dan terus memonitor router apabila terjadi Crash.

g. Referensi
- Mikrotik Documentation - Watchdog
- Mikrotik Wiki - Support Output File
- Dimasrio.com - Konfigurasi Watchdog Mikrotik RB750

h. Kesimpulan
Dengan menggunakan Fitur Watchdog, kita tidak perlu repot untuk selalu me-reboot Router secara manual satu persatu apabila terjadi Error atau Crash pada Router tersebut yang menyebabkan kita atau Client kita tidak dapat terkoneksi.

Cukup Sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya!
Dan seperti biasa, Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Tuesday, February 14, 2017

Melakukan IP Port Forwarding dengan Fitur Firewall MikroTik

  No comments
1:02 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada artikel ini saya akan menuliskan tentang bagaimana cara melakukan Port Forwarding dari IP Public ke IP Lokal dengan bantuan perangkat MikroTik.

a. Pengertian
Port Forwarding merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membuat Host Lokal kita dapat diakses melalui Jaringan Public atau IP Public. Seperti namanya, Port Forwarding bekerja dengan meneruskan Port yang direquest dari Client ke Port Service yang berada di Host Lokal.

b. Latar Belakang
Karena semakin banyaknya Server yang harus dapat diakses dari Jaringan Publik (Internet) tetapi juga dengan ketersediaan IP Public yang juga berbanding lurus maka kita harus mencari cara untuk dapat meng-online-kan server-server tersebut ke Jaringan Publik dengan IP yang terbatas. Salah satu caranya adalah dengan Port Forwarding.

c. Maksud dan Tujuan
Dengan melakukan Port Forwarding diharapkan kita dapat memanfaatkan IP Publik yang terbatas menjadi semaksimal mungkin.

d. Waktu Pengerjaan
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi Port Forwarding ini kurang lebih 5 Menit.

e. Alat dan Bahan
- Host (PC atau Server) yang ingin diberikan akses ke Jaringan Publik
- Perangkat MikroTik
- IP Publik yang akan digunakan
- PC masing-masing

f. Langkah Kerja
Saya anggap Alat dan Bahan diatas telah terpenuhi.

1. Masuk ke Perangkat MikroTik
Silahkan teman-teman masuk ke perangkat MikroTik melalui Winbox.

2. Buka Menu Firewall
Setelah masuk, silahkan teman-teman menuju Menu Firewall. Dari menu utama klik IP -> Firewall.

3. Buat Rule Port Forwarding
Klik Tab NAT kemudian tambahkan Rule baru melalui button [+]
Pertama kita menuju Tab General, pada Tab ini hal-hal yang harus dikonfigurasi adalah:
- Chain : Setting menjadi dstnat
- Destination Address (Dst. Address) : Masukkan IP Public teman-teman disini.
- Protocol : Pilih salah satu protokol yang tersedia sesuai dengan protokol yang digunakan oleh Service yang teman-teman gunakan. Contoh karena saya hanya ingin mem-forward Web Server maka saya menggunakan Protokol TCP.
- Destination Port (Dst. Port) : Masukkan Port dari IP Public yang ingin diforward ke Port Host Lokal nantinya.
Kemudian kita ke Tab Action, Hal yang perlu dikonfigurasi disini adalah:
- Action : Kita pilih dst-nat
- To Address : Masukkan IP Lokal dari Host yang ingin teman-teman forward ke Public.
- To Ports : Masukkan Port yang digunakan oleh Service yang ingin diforward ke Public.
4. Simpan Konfigurasi
Setelah konfigurasi Port Forwarding selesai silahkan teman-teman Simpan settingan tersebut dengan mengklik OK. Rule yang telah dibuat akan otomatis ditambahkan dan aktif.

5. Tes Konfigurasi
Silahkan buka IP Public teman-teman dengan port menyesuaikan dengan yang kita konfigurasikan tadi.
Port Forwarding Berjalan
g. Referensi
- Mikrotik Indonesia - Forwarding dengan Fitur NAT

h. Kesimpulan
Dengan memanfaatkan Port Forwarding kita dapat menghemat banyak IP untuk membuat Resource Jaringan yang berada di Lokal dapat diakses dari Jaringan Publik (Internet).

Cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya!
Dan seperti biasa, Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Monday, February 13, 2017

MikroTik Netinstall, Solusi untuk OS Routerboard yang Bermasalah

  9 comments
11:29 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pada artikel ini saya ingin menuliskan tentang MikroTik Netinstall yang sangat berguna untuk solusi permasalahan OS MikroTik Routerboard. Pembuatan artikel ini terinspirasi dari permasalahan Routerboard hAP Lite TC milik teman saya yang RouterOS nya mengalami Corrupt karena bermasalah ketika dilakukan downgrade, sehingga RouterOS tidak dapat booting dan terus menerus melakukan restart.

a. Pengertian
MikroTik Netinstall adalah sebuah aplikasi dari MikroTik yang berfungsi untuk melakukan Instalasi, Instalasi Ulang, atau me-reset perangkat MikroTik Routerboard melalui Ethernet dengan bantuan PC. MikroTik Netinstall merupakan aplikasi 32-bit Windows, namun dapat juga digunakan di OS GNU/Linux atau Mac OS dengan bantuan Emulator seperti Wine, Crossover, dll.

b. Latar Belakang
Dikarenakan permasalahan pada Software yang seringkali tidak dapat kita hindari seperti Error atau Crash secara tiba-tiba maka beberapa pengembang sekarang memberikan Tool berupa aplikasi untuk membantu kita memperbaiki sendiri tanpa harus selalu ke Service Center dari Pengembang Software tersebut. Salah satunya adalah aplikasi Netinstall dari MikroTik yang membantu kita memperbaiki sendiri kerusakan Software pada perangkat Routerboard.

c. Maksud dan Tujuan
Dapat melakukan perbaikan dan instalasi serta konfigurasi ulang sendiri Sistem Operasi perangkat MikroTik Routerboard dengan cara NetInstall.

d. Waktu Pengerjaan
Untuk melakukan Netinstall ini dibutuhkan waktu kurang lebih 5-10 Menit.

e. Alat dan Bahan
- PC + Kabel UTP RJ45
- Perangkat MikroTik Routerboard
- Emulator Wine (Apabila menggunakan OS selain Windows)
- Package RouterOS sesuai arsitektur Routerboard masing-masing.
- Aplikasi MikroTik Netinstall dengan versi menyesuaikan RouterOS yang ingin diinstall.

f. Langkah Kerja
Saya asumsikan semua Alat dan Bahan diatas telah terinstall dan siap.

1. Setting Static IP pada Interface PC
Untuk melakukan Netinstall kita perlu melakukan Setting IP PC secara Static, maka dari itu silahkan konfigurasikan PC teman-teman agar menjadi Static. Contohnya disini saya memakai IP 192.168.11.1/29 (Gateway dapat teman-teman kosongkan, karena komunikasi jaringan masih dalam satu Segment/Subnet). Setelah itu pastikan profile yang berisi konfigurasi Static IP tadi sudah diterapkan atau sudah dipakai sistem.
2. Hidupkan Konfigurasi PXE pada MikroTik Netinstall
Static IP sudah, silahkan teman-teman buka aplikasi MikroTik Netinstall yang sudah disiapkan melalui Terminal dengan cara:
~# wine netinstall.exe
Sesuaikan lokasi (path) serta nama aplikasinya apabila diubah.
Klik pada button Netbooting, berikan checklist pada Boot Server enabled lalu masukkan IP untuk Routerboard nantinya kemudian klik OK.
Lalu mengapa melalui Terminal? karena MikroTik Netinstall membutuhkan akses Super User agar Netboot dapat berjalan (Perhatikan tanda # diatas, yang berarti saya menggunakan akun Root).

3. Hidupkan Routerboard dengan posisi RouterBOOT ke Netinstall
Sambungkan perangkat Routerboard dengan PC teman-teman dengan posisi Port Routerboard berada di Ethernet 1. Dalam posisi Routerboard mati, silahkan tekan dan tahan tombol RESET kemudian masukkan Power Source atau Kabel Powernya. Tetap tahan tombol RESET sampai LED USR mati (Static Blink -> Blinking -> Mati), dan secara otomatis perangkat Routerboard akan mencari Server Netinstall. Pada beberapa kasus perangkat Routerboard yang harganya cukup lumayan biasanya terdapat Port Serial dimana melalui Port ini teman-teman dapat mengakses langsung BIOS dari Routerboard, nah terkadang kita diharuskan mensetting perangkat tersebut melalui BIOS untuk dapat masuk ke mode Netinstall.
4. Mulai melakukan Netinstall!
Setelah Routerboard berada di posisi Netinstall dan aplikasi MikroTik Netinstall sudah dihidupkan PXE nya maka akan muncul Model Routerboard dan MAC Address nya di aplikasi MikroTik Netinstall. Klik pada Routerboard tersebut kemudian arahkan Package menuju folder dimana teman-teman menempatkan Package OS nya, dapat berupa Single Package atau All Packages yang sudah diextract. Untuk memulai instalasi, silahkan klik Install.

Sebelum teman-teman mulai Install, pastikan Software ID dan License Key perangkat terbaca di MikroTik Netinstall, apabila tidak cobalah untuk mematikan perangkat dan hidupkan lagi seperti langkah Nomor 2 karena License Key disini sangat penting. Tanpa License Key RouterOS teman-teman akan menjadi Trial dan durasi dari Trial ini hanya 24 Jam.
Tips: Apabila teman-teman melakukan Netinstall karena mengalami masalah di OS Routerboard dan stuck atau terhenti di Sending Offer, cobalah untuk menggunakan Versi OS dan Netinstall yang paling rendah yang disupport oleh Routerboard. Contoh saya mempunyai MikroTik hAP dengan versi RouterOS terendah yang dapat disupport oleh perangkat ini adalah versi RouterOS 6.30.

5. Instalasi Selesai!
Apabila tidak ada kesalahan seharusnya ketika instalasi selesai perangkat Routerboard akan melakukan Reboot (dibeberapa tipe ada yang Reboot secara otomatis, ada juga yang harus kita klik Reboot terlebih dahulu) dan apabila tidak ada error disisi Hardware seharusnya OS sudah berjalan dan Routerboard sudah berfungsi kembali :)
g. Referensi
- Wirelessinfo.be - Mikrotik Netinstall on Linux

h. Kesimpulan
Dengan melakukan Netinstall kita dapat melakukan Instalasi Ulang dan Perbaikan Sistem Operasi pada perangkat MikroTik Routerboard, karena selain dapat digunakan untuk Mengkonfigurasi dan Menginstalasi Ulang, dengan Netinstall kita juga dapat menyelamatkan Routerboard yang mengalami permasalahan pada OS nya.

Cukup sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya!
Dan seperti biasa, Terima Kasih!
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Friday, February 10, 2017

Membuat Fixed / Static Lease DHCP Server di MikroTik

  1 comment
11:54 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Di artikel ini saya akan menulis bagaimana membuat sebuah Static Lease di DHCP Server MikroTik. Sehingga dengan Static Lease ini, berapa kalipun teman-teman melakukan reconnect teman-teman akan tetap mendapatkan IP sama layaknya menggunakan Static IP.

a. Pengertian
Static Lease merupakan sebuah cara yang dapat digunakan pada DHCP Server untuk memberikan sebuah Fixed IP kepada Client.

b. Latar Belakang
Karena saya berfikir ada beberapa device yang tidak dapat melakukan setting IP secara Static dan kita ingin memberikan sebuah Fixed IP kepada device tersebut.

c. Maksud dan Tujuan
Dapat mendistribusikan atau memberikan Fixed IP kepada Client-client yang bersangkutan meski menggunakan sistem DHCP.

d. Waktu Pengerjaan
Waktu yang digunakan untuk melakukan konfigurasi ini cukup cepat, kurang dari 2 Menit.

e. Alat dan Bahan
- 1 Perangkat MikroTik Routerboard

f. Langkah Kerja
1. Saya anggap DHCP Server sudah dikonfigurasi dan bekerja serta teman-teman sudah menghubungkan client-client yang ingin diberikan Static Lease.

2. Jika sudah, silahkan masuk ke perangkat Routerboard masing-masing melalui Winbox. Kemudian buka menu IP -> DHCP Server.

3. Setelah itu klik Tab Leases.
Disana akan terlihat client-client yang sudah merequest ke DHCP Server kita. Nah disini kita akan membuat Static Lease-nya.

4. Silahkan klik pada Client yang ingin di buat Static Lease nya, kemudian klik kanan pada Client tersebut lalu klik Make Static.

5. Static Lease sudah terbuat! apabila teman-teman ingin mengatur lagi IP nya, teman-teman dapat mengklik pada Static Lease tersebut lalu ubah Address nya.
6. Apabila client yang ingin diberikan Static Lease belum terdeteksi, teman-teman dapat menambahkan Static Lease nya sendiri dengan mengklik tombol [+] dengan catatan teman-teman mengetahui MAC Address Client nya.

g. Referensi
---

h. Kesimpulan
Dengan menerapkan Static Lease, teman-teman bisa mendapatkan IP 'pseudo-Static' meski menggunakan DHCP Server.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More