Friday, January 20, 2017

Field Report Jum'at Bersih Minggu ke-2

  No comments
9:21 PM


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ini adalah minggu kedua kami PKL di BLC Telkom Klaten namun ini kali pertamanya kami mengikuti Jum'at bersih di sini. Kegiatan pada Jum'at hari ini kita awali dengan membersihkan Halaman Depan BLC Telkom yang dibersihkan oleh para putri dan yang putra membersihkan belakang BLC Telkom. Setelah itu beberapa dari putra memperbaiki jalanan di dalam BLC Telkom yang mulai tidak rata.
Semoga di Jum'at bersih kedepannya kami dapat membantu lebih dari Jum'at bersih hari ini :)

Lihat galeri Jum'at Bersih kami yang lebih lengkap di Google Drive Saya

Mungkin cukup sekian yang dapat saya tulis, apabila terdapat kesalahan mohon di maafkan sebesar-besarnya.
Akhir kata Terima Kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Thursday, January 19, 2017

Memanfaatkan Fitur DNS Static MikroTik untuk Solusi Sementara DNS Server

  1 comment
2:19 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Disini kita akan memanfaatkan Fitur Static DNS pada MikroTik yang mana fitur ini jarang banget ada yang menyentuhnya. Bagaimana DNS Static di MikroTik ini bekerja? Hmm, seperti DNS Server pada umumnya sih, bedanya Static DNS MikroTik hanya mendukung A Record. Namun apa yang saya suka dari DNS Servernya MikroTik disini karena juga dapat kita manfaatkan untuk men-spoofing nama domain yang udah ada. Tidak terbatas apakah domain itu sudah ada di Internet atau belum ada. Karena sekali dimasukkan pasti akan di Resolve oleh DNS Server MikroTik.

Misalnya kalian ingin menspoof Nama Domain www.google.com agar mengarah ke Blog kalian, atau menspoof Nama Domain Website BB18+ agar mengarah ke Internet Positif (hahaha). Meski masih jebol kalo si User memakai VPN atau mengganti DNSnya, dan juga tidak se-powerful kalo memakai Proxy tapi ini cukup efektif bagi pengguna awam :)

Dan Ingatkah teman-teman ketika melakukan Setting Hotspot di MikroTik? Ingat ketika kalian memasukkan Nama Domain kalian ketika mensettingnya? Nah disitulah peran Static DNS di MikroTik ini.

a. Pengertian
DNS atau Domain Name System atau Sistem Penamaan Domain, adalah sebuah sistem yang menyimpan, mengontrol dan menerjemahkan sebuah Nama Domain menjadi Internet Protocol Address atau sebaliknya. DNS bekerja pada Protokol UDP Port 53.

Sedangkan BIND (Berkley Internet Name Domain) sendiri adalah salah-satu aplikasi DNS Server Open Source yang pertama kali dibuat pada tahun 1980-an oleh 4 orang siswa dari Universitas California. Dan mulai 2009 BIND dikembangkan oleh Internet Systems Consortium (ISC) dan versi BIND yang paling baru adalah BIND10

b. Latar Belakang
Dengan kemampuan manusia yang sulit untuk mengingat sebuah Internet Protocol Address, terlebih IPv6 yang mempunyai Alamat yang sangat panjang maka dipakailah Sistem Penamaan Domain ini yang dapat menerjemahkan sebuah nama menjadi IP ataupun sebaliknya.

c. Maksud dan Tujuan
Tujuan daripada DNS ini sendiri adalah untuk memudahkan Manusia dalam mengingat suatu alamat Host agar lebih mudah untuk mengaksesnya, yaitu dengan Nama Domain tidak dengan Alamat IP.

d. Jangka Waktu
Perkiraan waktu untuk melakukan konfigurasi ini +- 2 Menit

e. Alat & Bahan
1. Perangkat MikroTik
2. Winbox
3. Emulator Wine (Apabila menggunakan OS selain Windows)

f. Langkah Kerja
1. Login ke Perangkat MikroTik melalui Winbox atau Webfig (Disarankan GUI, Winbox prefered)
2. Klik Menu IP -> DNS



3. Pada bagian kanan window DNS kalian akan menemukan Button bernama Static. Klik pada button tersebut.

4. Apabila kalian telah mensetting Hotspot sebelumnya, kalian akan menemukan nama domain kalian bersarang disana

5. Untuk menambahkan Domain baru kalian dapat mengklik button [+]
6. Disini teman-teman dapat memasukkan Single Domain atau Wildcard Domain menggunakan Regular Expression. Untuk mudahnya kita dapat menggunakan Single Domain

*Single domain, contoh:
- google.com
- www.google.com
Antara doman dengan www.* dan tanpa www.* berlaku single domain



7. Isikan Address agar mengarah ke IP kita, kemudian masukkan Rentang TTL (Time to Live) bagi Domain untuk Aktif. Untuk Hasil instant kita dapat memasukkan 1 Menit (00:01:00)
8. Klik OK. Tunggu beberapa saat dan taraa, dalam sekejap domain teman-teman sudah aktif!


Liek a pro (haha) :)
Oh iya agar DNS Static nya bekerja, Pengaturan DNS di PC teman-teman wajib mengarah ke IP MikroTik

g. Referensi
-

h. Kesimpulan
Dengan diterapkannya Sistem Penamaan Domain ini sudah pasti akan sangat membantu manusia dalam mengingat sebuah Alamat Komputer dengan cara mengingat namanya, bukan mengingat kombinasi dari angka-angka Alamat IP.

Sekian yang dapat saya sampaikan, mudah mudahan dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Saya sangat menerima kritikan dan saran yang membangun karena saya juga belum terlalu megeksplorasi mengenai DNS Server :)
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Wednesday, January 18, 2017

Mengenal EuP & ErP dan dampaknya pada BIOS

  No comments
11:55 AM



Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ini adalah hari ketiga bagi kami untuk mensetting Server kami yang akan ditempatkan di Ruang Server di BLC Telkom Klaten yang selanjutnya akan kita setting melalui metode Remote. Nah disini kita mensimulasikan Ruang Server ini seperti Datacenter sungguhan dimana letak datacenter ini ada di Jauh sana. Pernahkan terbayang bagaimana Seorang admin menghidupkan kembali Puluhan bahkan Ratusan Server dalam satu datacenter ketika tiba-tiba listrik padam total?

Nah disini ada 2 kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, si Admin akan menghidupkan kembali Server-server tersebut satu persatu. Atau jika si Admin sudah canggih, maka dia dari awal sudah menghidupkan Opsi AC Power On Failure di BIOS masing-masing Server.

Dari kasus diatas, mungkin tidak akan terjadi masalah apabila menggunakan Motherboard khusus Server. Tapi apabila menggunakan Motherboard untuk PC pada umumnya, akan ada kemungkinan bahwa Fitur AC Power On Failure tersebut tidak akan bekerja.

Pada kasus Server saya yang menggunakan Motherboard ECS H81H3-M4, Server saya tidak mau hidup kembali ketika Power kita matikan secara paksa. Usut punya usut, saya tidak memperhatikan satu konfigurasi pada menu Power Management. Yaitu EuP Function, yap dialah culprit yang membuat Konfigurasi AC Power On Failure saya tidak mau bekerja walau sudah saya Clear CMOS dan Switch Jumper berkali-kali.

Jadi pertanyaannya, Apa sih EuP itu?
EuP atau ErP, singkatnya EuP (Energy-using Products) dan ErP (Energy-related Products) adalah suatu hal yang mengarah ke Efisiensi Pemakaian Energi.

Lengkapnya sendiri saya juga masih belajar, akan saya Perbarui lagi post ini apabila sudah ada gambaran jelas di saya :)

Emergency Link

Read More

Tuesday, January 17, 2017

netdata - Ultimate Web-based App untuk Monitoring Server Linux secara Realtime

  No comments
3:52 PM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kali ini saya ingin menulis tentang Aplikasi Monitoring bernama netdata.

a. Pengertian
netdata merupakan aplikasi yang dapat memonitor banyak hal yang ada pada Server teman. Aplikasi monitoring ini berbasis Web dan mempunyai tampilan yang sangat Clean dan Keren! serta aplikasi ini memonitor secara Realtime. Untuk apa saja yang dapat dimonitor oleh Aplikasi ini teman-teman dapat melihatnya di Repositori Github mereka disini.

b. Latar Belakang
Dengan penggunaan sebuah Komputer atau Server Headless, yang mana tidak menggunakan Monitor, Keyboard, ataupun Mouse dan hanya berbekal akses Remote ke Sistem tersebut kita memerlukan sebuah Tool untuk membantu kita memonitor kesehatan dari Komputer tersebut agar dapat berjalan seperti biasanya dan tidak terjadi error ataupun rusak karena overheat.

c. Maksud dan Tujuan
Dapat memonitor secara Realtime keadaan dan kesehatan Komputer dengan keadaan Headless seperti Server.

d. Jangka Waktu
Waktu yang digunakan untuk melakukan instalasi ini kurang lebih 5-10 Menit.

e. Alat dan Bahan
a. OS GNU/Linux
b Koneksi Internet
c. Akses Level Super User

f. Langkah Kerja
Karena saya memakai Distro Linux Debian saat ini, maka untuk pengguna Distro lain selain turunan Debian saya mohon maaf, silahkan untuk mengikuti tutorial yang ada di Wiki Repositori Mereka disini

Perintah-perintah ini memerlukan Akses Super User. Jadi pastikan teman-teman dapat memiliki akses cukup dengan cara menggunakan sudo atau login ke Super User (root)

1. Instal dependensi yang diperlukan

apt install zlib1g-dev uuid-dev libmnl-dev gcc make git autoconf autoconf-archive autogen automake pkg-config curl
2. Install fitur-fitur yang dibutuhkan. Disini ada 2 Opsi :
- Paket Biasa yang berisi Aplikasi dan Monitoring lengkap namun tanpa Monitoring dari service mysql / mariadb, postgres, named, Sensor Hardware, dan SNMP
curl -Ss 'https://raw.githubusercontent.com/firehol/netdata-demo-site/master/install-required-packages.sh' >/tmp/kickstart.sh && bash /tmp/kickstart.sh -i netdata
- Paket Lengkap dengan semua fitur yang ada
curl -Ss 'https://raw.githubusercontent.com/firehol/netdata-demo-site/master/install-required-packages.sh' >/tmp/kickstart.sh && bash /tmp/kickstart.sh -i netdata-all
3. Setelah itu lakukan Cloning file Instalasi dari Repo netdata dengan perintah:
git clone https://github.com/firehol/netdata.git --depth=1
4. Arahkan Current Directory kedalam Folder bernama netdata
cd netdata
Kemudian lakukan instalasi dengan perintah:
./netdata-installer.sh
5. Setelah file instalasi berjalan dan selesai, Aplikasi netdata akan otomatis berjalan, dan teman-teman dapat mengakses Monitoringnya melalui Port 19999 :
IPServer:19999
6. Hasil akhir:


g. Referensi
GitHub - netdata Wiki

h. Kesimpulan
Dengan menggunakan Tool System Monitoring, kita tetap dapat mengetahui dan dapat selalui mengecek kondisi kesehatan dari Komputer atau Server kita meski tidak menggunakan Monitor dan hanya berbekal Akses Jaringan ke Komputer atau Server tersebut.

Sekian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua :)
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Monday, January 16, 2017

Virtual Lan (VLAN) dan Implementasinya di MikroTik

  No comments
4:27 PM

Ilustrasi VLAN (Source Image)
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Halo teman-teman! pada kali ini saya akan membagikan tulisan mengenai Apa itu Virtual LAN atau yang biasa kita sebut VLAN dan Bagaimana Implementasinya di Router MikroTik.

Pertama kita bahas, apa itu Virtual LAN (VLAN) ?
Singkatnya, secara fungsionalitas, dengan mengimplementasikan VLAN kita dapat menggunakan lebih dari Satu IP didalam Satu Interface. Dan IP tersebut dapat diisolasi antar satu IP dengan IP yang lainnya agar tidak dapat saling berkomunikasi, meskipun sebenarnya bisa dibuat dapat berkomunikasi. Sehingga meski berada dalam Satu Interface yang sama, antar VLAN memiliki aktivitas yang berbeda-beda seperti VLAN tersebut memiliki Interface yang berbeda. Oleh karena itu, VLAN biasa diasosiasikan sebagai teknik untuk mengelompokan host-host.
VLAN sangat berguna apabila kita mempunyai Jaringan yang Besar, karena jika kita mengimplementasikan VLAN didalamnya kita dapat mengurangi Broadcast yang terjadi dan meminimalisir terjadinya masalah didalam jaringan tersebut.

Ilustrasi VLAN (Source Image)
Contoh Kasus Penggunaan Jaringan VLAN:
Seorang Admin IT ingin menerapkan Dua DHCP Server pada Sebuah Interface. DHCP Server tersebut antara lain Satu DHCP untuk Kelompok Client Guru dan Satu DHCP untuk Kelompok Client Siswa. IP untuk Guru sudah di set agar dapat membuka Sosial Media dan Youtube sedangkan IP untuk Siswa tidak diperbolehkan.

Tanpa VLAN:
DHCP Server Guru dan DHCP Server Siswa akan berlomba-lomba mana yang paling cepat Merespon Client mereka, apakah DHCP Guru ataukah Siswa? Tidak masalah apabila Dua DHCP Server tersebut memberikan IP yang benar kepada Client yang benar, namun apabila sebaliknya itulah masalahnya. Bisa saja Client Siswa mendapatkan DHCP Guru dan Vice Versa (Kebalikannya).

Dengan VLAN:
Mengetahui masalah tersebut Admin IT Sekolah mengimplementasikan 2 VLAN pada sebuah Interface yang mana 1 VLAN untuk Siswa dengan ID 101 dan 1 VLAN untuk Guru dengan ID 102 didalam Router MikroTik, tidak lupa Admin IT mengaktifkan DHCP Server pada masing-masing VLAN. Untuk menyebarkan koneksi tersebut Admin IT menggunakan sebuah Switch Managed dengan alokasi
1. Ether 1 Sebagai Trunk Port ke Router
2. Ether 2-4 Sebagai Switch Port untuk VLAN Siswa (ID VLAN 101), dan
3. Ether 5-8 Sebagai Switch Port untuk VLAN Guru (ID VLAN 102)
Setelah menerapkan VLAN ternyata Admin IT tidak menemukan masalah lagi pada Jaringannya.

Bagaimana penjelasan dari saya? Apakah membingungkan? hehe
Setelah teman-teman mengetahui gambaran mengenai Virtual Lan, sekarang adalah bagaimana Implementasinya di MikroTik.

1. Buka Konfigurasi MikroTik teman-teman menggunakan Winbox
2. Buka Menu Interface lalu Klik [+] kemudian pilih VLAN
3. Setelah terbuka, disini ada beberapa Poin Utama yang akan kita ubah. Yaitu : Name, VLAN ID, dan Interface.
4. Berikan Nama VLAN pada Field Name, Tentukan Nomor Unik (ID) untuk VLAN tersebut serta Pilih Interface bagi VLAN dimana VLAN tersebut akan aktif.
5. Setelah Interface Virtual LAN (VLAN) sudah dibuat, selanjutnya adalah menambahkan IP untuk VLAN yang sudah teman-teman buat sebelumnya di IP -> Address. Klik [+], pada Dropdown Interface lalu pilih Nama VLAN yang akan menggunakan IP tersebut
6. Sampai disini VLAN teman-teman sudah aktif dan dapat digunakan. Baik sebagai Trunk Port ataupun Switch Port. Apabila teman-teman ingin mengaktifkan DHCP Server pada VLAN-VLAN tadi, teman-teman dapat menambahkannya di IP -> DHCP Server dan dapat disetting seperti biasanya.

*Untuk tambahan. Jika teman-teman tahu atau biasa mengkoneksikan salah-satu port pada Switch ke Sumber Internet (contohnya Router), maka di Managed Switch dengan VLAN salah satu Port tersebut dinamakan Trunk Port, dimana Trunk Port berfungsi sebagai Jalur data Utama bagi VLAN-VLAN yang ada pada Switch Tersebut. Sedangkan port-port lain yang digunakan untuk Client dinamakan Switch Port.

Sepertinya cukup sekian yang dapat saya sampaikan, apabila teman-teman menemukan artikel diatas ada kesalahan mohon untuk dikoreksi dan dimaafkan sebesar-besarnya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Read More

Saturday, January 14, 2017

[Solved] Fix Winbox Stuck Connecting ketika Initial MAC Connect

  1 comment
9:10 AM



Issue : Winbox tidak dapat melakukan koneksi ke perangkat Routerboard saat melakukan Initial Setting melalui MAC setelah Reset Configuration dengan No Default Configuration.

Fix : 
Sesuai dengan Link Referensi diatas yang merujuk ke Wiki MikroTik. Koneksi via MACAddress baru akan bekerja setelah kita mendapatkan IP, entah itu Link-local IP atau Static IP Bebas.
Nah ketika kita menggunakan GNU/Linux, kita tidak akan mendapatkan IP apabila kita terkoneksi ke sebuah jaringan tanpa ada DHCP Server. Akibatnya, PC kita yang berstatus sebagai DHCP Client akan terus menerus melakukan Broadcast untuk meminta Jawaban dari DHCP Server tanpa henti. Berbeda dengan Sistem Operasi Windows yang akan secara otomatis memberikan IP Link-local apabila setelah beberapa Broadcast tidak mendapatkan Jawaban dari DHCP Server.


Solusinya ketika kita menggunakan OS GNU/Linux adalah, kita harus melakukan setting Network Interface kita menjadi Konfigurasi Manual/Static tidak Automatic (DHCP). Dengan mengisi IP Bebas yang terpenting adalah seolah-olah PC kita memiliki IP yang Valid. Setelah kita melakukan setting IP menjadi Static/Manual selanjutnya kita sudah dapat melakukan Koneksi ke perangkat Routerboard melalui MAC Address.

Read More

Friday, January 13, 2017

Mari Mengenal MikroTik, Apa itu MikroTik?

  No comments
9:43 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Halo teman-teman! Pada hari keempat ini kita akan mempelajari MikroTik dari awal. Dengan mempelajari MikroTik dari awal, diharapkan kita dapat mengetahui MikroTik, mengenal MikroTik dan sejarahnya, serta dapat memaksimalkan fitur-fitur dari MikroTik itu sendiri.

SEJARAH MIKROTIK

MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang  berkewarganegaraan  Amerika yang berimigrasi  ke Latvia.  Di Latvia  ia bejumpa dengan Arnis, Seorang sarjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995.

John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah me- routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia.

Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat  ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.

Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara marathon.

MikroTik pada dasarnya adalah perusahaan Software Router, yaitu RouterOS namun MikroTik juga mempunyai Device Router yang sudah memiliki RouterOS didalamnya yaitu RouterBOARD

FITUR-FITUR MIKROTIK ROUTEROS
Untuk melihat apa-apa saja Fitur MikroTik, teman-teman dapat melihatnya di Wiki MikroTik

CARA MENGAKSES PERANGKAT MIKROTIK
1. Menggunakan SSH
Secara default, MikroTik mengijinkan untuk mengakses MikroTik menggunakan SSH dengan port default SSH yaitu 22. Teman-teman dapat mengaksesnya langsung dengan Terminal di Linux atau menggunakan Aplikasi Third-party seperti PuTTY, Bitvise SSH Client, Xshell, dan sebagainya. Dengan syarat, MikroTik sudah dalam keadaan memiliki IP dan dapat di ping

2. Menggunakan Web Browser
Cara setting Perangkat sejuta umat, MikroTik juga memberikan pilihan untuk mensetting perangkat melalui Web Browser yang dapat diakses dengan memasukkan IP Perangkat kedalam Address Bar Web Browser. Untuk memaksimalkan Pengaturan melalui Web Browser, pastikan menggunakan Web Browser yang sudah mendukung JavaScript.

3. Menggunakan WinBox
Salah satu hal yang membuat MikroTik begitu populer adalah karena aplikasi Utility milik mereka bernama WinBox. WinBox adalah aplikasi 32-bit Windows yang berfungsi untuk mengkonfigurasi Perangkat MikroTik dengan tampilan GUI. WinBox pada dasarnya adalah versi GUI-nya dari cara mensetting MikroTik menggunakan CLI. Maka dari itu susunan menu di WinBox sama persis dengan susunan menu di versi CLI. Meski aplikasi WinBox hanya tersedia dalam Sistem Operasi Windows, namun teman-teman dapat menjalankan WinBox pada Sistem Operasi Linux/Mac OS dengan bantuan Emulator seperti Wine.

4. Menggunakan Serial
Beberapa Perangkat RouterBOARD memiliki Port Serial yang dapat digunakan untuk mengakses dan mengkonfigurasi Perangkat RouterBOARD secara keseluruhan, termasuk mengakses BIOS dari Perangkat itu sendiri. Aplikasi yang dapat digunakan untuk mengakses contohnya adalah PuTTY.

Mungkin itu saja pengenalannya, semoga bermanfaat bagi teman-teman.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

------------------------------------------

Read More